7.17.2008

Satu Sisi

Pesona hatimu warnai hidupku
Hidup yang tak lama lagi
Pesona hatimu hidupkan jiwaku
Jiwa yang lama mati

Satu sisi aku bahagia
Satu sisi aku kecewa
Namun tak sesal dalamku
Satu sisi aku maju
Satu sisi aku meragu
Setiap langkah tuk menuju

jadikan hari merangkai hati
Tiada kata tuk sembunyi
Ungkapkan rasa meraih mimpi
Bagai mimpi tak terbukti

TUK MIMPI TAK TERBUKTI... SATU SISI
Kau, Aku, dan Obsesiku

Merasuk... malam ini kau merasuki aku
Terhasut... alam pikiranku kini
Tersenyum... seolah engkau inginkan aku
Tetapi... siapa yang tahu hati

KAU, AKU, DAN OBSESIKU
HANYA TUHAN YANG AKAN TAHU
TAPI JANGAN KAU TERTIPU
KAN KUSIMPAN HINGGA AKHIR WAKTU

Gemerlap... bintang yang ada dimalamku
Sekejap... terasa sangat sempurna
Ucapan... kata yang terlontar oh indahnya
Aku... aku sangat terlena
ITUKAH KAU

TERASA SEJUK MENGALIR LEMBUT
LEWATI LEMBAH DALAM BENAKKU
NAMUN...
ITUKAH KAU

SEAKAN TERANG JALAN INI
TUK MENUJU PERSEMBAHAN SUCI
JIKA ITU MURNI
TAPI...
ITUKAH KAU

BANGKIT KEMBALI RASA INI
MENGHEMBUS PELAN KUATKAN HATI
MENJADI INDAH BERSAMA PAGI
MUNGKINKAH KAN TERJADI??
SEANDAINYA ITU KAU

TERBERSIT KEKUATAN DAN HARAPAN PANJANG
SERTAI TIMUN BERTUAN DI LADANG
AKANKAH KANCIL BERHASRAT?
HINGGA KEMBALI KAN TERGIRANG
ANDAI RASAKU SEPERTI RASANYA
AICH.. AKU PASRAH
JIKA ITU MEMANG KAU....

7.16.2008

GOLONGAN DARAH

Tahukah kamu kalo golongan darah dapat mengindikasikan sifat-sifat manusia secara umum. Memang tidak mirip pasti tapi secara garis besar sama. Ingin tau lebih jelas??let see...

GOLONGAN A
berkepala dingin, serius, sabar dan kalem. Mempunyai karakter yang tegas, bisa diandalkan dan dipercaya, namun keras kepala. Merencanakan segala sesuatunya secara matang, sebelum melakukan sesuatu mereka memikirkannya terlebih dahulu lalu mengerjakan segalanya dengan sungguh-sungguh dan konsisten. Berusaha membuat diri mereka sejajar dan seideal mungkin. Bisa keliatan menyendiri dan jauh dari orang-orang. Sering mencoba menekan perasaan, karena sering melakukannya mereka terlihat tegar, meskipun sebenarnya mereka mempunyai sisi yang lemah, seperti mudah gugup danlain sebagainya. Cenderung keras terhadap orang-orang yang tidak sependapat, sehingga cenderung berada di sekitar orang-orang yang bertempramen sama.

GOLONGAN B
cenderung penasaran dan tertarik terhadap segalanya. Mempunyai terlalu banyak kegemaran dan hobi, jika menyukai sesuatu biasanya sangat menggebu-gebu, namun cepat bosan. Biasanya mereka bisa memilih mana yang lebih penting dari sekian banyak hal yang dikerjakannya. Cenderung ingin menjadi nomor satu dalam berbagai hal ketimbang hanya diangap rata-rata dan biasanya melalaikan sesuatu jika terfokus dengan kesibukan yang lain, dengan kata lain mereka tidak bisa mengerjakan sesuatu secara berbarengan. Dari luar terlihat cemerlang, riang, bersemangat dan antusias sebenernya hal itu semua sama sekali berbeda dengan yang ada di dalam diri mereka. Bisa dikatakan sebagai orang malas dan bergaul terlalu dekat dengan orang lain.

GOLONGAN O
biasanya mereka berperan dalam menciptakan gairah untuk suatu grup dan berperan dalam menciptakan keharmonisan diantara para anggota grup tersebut. Figur mereka terlihat sebagai orang yang menerima dan melaksanakan sesuatu dengan tenang, mereka pandai menutupi sesuatu sehingga mereka kelihatan selalu riang, damai dan tidak punya masalah sama sekali, tapi kalo tidak tahan, mereka pasti akan mencari tempat atau orang untuk mencurahkan isi hati (tempat mengadu). Biasanya pemurah (baik hati), senang berbuat kebajikan, mereka dermawan dan tidak segan-segan mengeluarkan uang untuk orang lain. Umumnya dicintai oleh semua orang, sebenernya mereka keras kepala juga, dan secara rahasia mempunyai pendapatnya sendiri tentang berbagai hal. Di lain pihak, mereka sangat fleksibel dan sangat mudah menerima hal-hal yang baru. Cenderung mudah dipengaruhi oleh orang lain dan oleh apa yang mereka lihat di TV. Terlihat berkepala dingin dan terpercaya tapii..mereka sering tergelincir dan membuat kesalahan yang besar karena kurang berhati-hati, tapi hal itu yang menyebabkan mereka dicintai.

GOLONGAN AB
mempunyai perasaan yang sensitif dan lembut. Penuh perhatian dengan perasaan orang lain dan selalu menghadapi orang lain dengan kepedulian serta kehati-hatian. Keras dengan diri mereka sendiri juga dengan orang-orang yang dekat dengannya, sehingga cenderung kelihatan mempunyai dua kepribadian. Sering menjadi orang yang sentimen dan memikirkan sesuatu terlalu dalam. Meskipun mempunyai banayk teman, mereka membutuhkan waktu untuk menyendiri untuk memikirkan persoalan-persoalan mereka.

Nah...sudah taukah sifat-sifat kalian sesuai golongan darahnya atauu...mungkin malah ga tau golongan darahnya apa???buruan minta didiagnosa biar ketahuan sifat asli kalian he..he..he..

4.22.2008

FENOMENA HARI VALENTINE


Jika kita lihat fakta generasi sekarang, banyak dari mereka yang bercermin dengan gaya artis, idola, atau orang yang mempunyai daya tarik lebih. Mulai dari gaya pakaiannya, gaya dandanannya, dan semua yang berkenaan dengannya. Begitu juga dengan momen-momen yang berbau kebarat-baratan seperti Valentine Day atau Hari Kasih Sayang atau pesta Helloween yang banyak dirayakan di Metropolis ini. Berbagai tempat hiburan mulai dari restoran sampai super market menyuguhkan berbagai atraksi dan pernik valentine, dari acara bagi-bagi bunga 'Kasih Sayang', pemilihan pasangan model valentine, jamuan makan, hingga pesta atau bentuk hiburan lainnya.

Kita sendiri tidak pernah tahu sejak kapan budaya memperingati Valentine Day tersebut masuk ke negeri ini. Tapi yang jelas, seperti yang dimuat dihampir semua media massa di negeri ini, ternyata tidak sedikit saudara-saudara kita yang juga merayakannya. Entah dengan kirim kartu, kirim bunga, bikin pesta atau pergi berdua dengan pasangannnya. Dan sepertinya ini sudah tradisi bagi remaja-remaja kita sekarang, termasuk di dalamnya para generasi muda Islam. Mereka dengan senang hati mengekor pada budaya yang konon katanya dari barat itu tanpa memiliki rasa ingin tau sebenarnya Valentine Day itu.

Riwayat Valentine

Valentine, berarti kado dan kartu. Begitulah tradisi yang berkembang di kalangan anak muda sekarang. Begitu menjelang tanggal 14 Februari, maka sibuklah mereka mencari berbagai macam kartu bagus diselingi dengan menyusun kata-kata romantis dan penuh cinta, membuat coklat berbentuk hati, bunga mawar, sampai pada baju serba warna pink.

Ensiklopedia Katolik menyebutkan tiga versi tentang Valentine, tetapi versi terkenal adalah kisah Pendeta St.Valentine yang hidup di akhir abad ke 3 M di zaman Raja Romawi Claudius II. Pada tanggal 14 Februari 270 M Claudius II menghukum mati St.Valentine yang telah menentang beberapa perintahnya. Claudius II melihat St.Valentine mengajak manusia kepada agama nasrani lalu dia memerintahkan untuk menangkapnya.

Dalam versi kedua, Claudius II memandang para bujangan lebih tabah dalam berperang daripada mereka yang telah menikah yang sejak semula menolak untuk pergi berperang. Maka dia mengeluarkan perintah yang melarang pernikahan. Tetapi St.Valentine menentang perintah ini dan terus mengadakan pernikahan di gereja dengan sembunyi-sembunyi sampai akhirnya diketahui lalu dipenjarakan.

Dalam penjara dia berkenalan dengan putri seorang penjaga penjara yang terserang penyakit. Ia mengobatinya hingga sembuh dan jatuh cinta kepadanya. Sebelum dihukum mati, dia mengirim sebuah kartu yang bertuliskan "Dari yang tulus cintanya, Valentine". Hal itu terjadi setelah anak tersebut memeluk agama nashrani bersama 46 kerabatnya.

Versi ketiga menyebutkan ketika agama nashrani tersebar di Eropa, di salah satu desa terdapat sebuah tradisi Romawi yang menarik perhatian para pendeta. Dalam tradisi itu para pemuda desa selalu berkumpul setiap pertengahan bulan Februari. Mereka menulis nama-nama gadis desa dan meletakkannya di dalam sebuah kotak, lalu setiap pemuda mengambil salah satu nama dari kotak tersebut, dan gadis yang namanya keluar akan menjadi kekasihnya sepanjang tahun. Ia juga mengirimkan sebuah kartu yang bertuliskan "dengan nama tuhan Ibu, saya kirimkan kepadamu kartu ini”.

Akibat sulitnya menghilangkan tradisi Romawi ini, para pendeta memutuskan mengganti kalimat "dengan nama tuhan Ibu" dengan kalimat "dengan nama Pendeta Valentine" sehingga dapat mengikat para pemuda tersebut dengan agama Nashrani. Versi lain mengatakan St.Valentine ditanya tentang Atharid, tuhan perdagangan, kefasihan, makar dan pencurian, dan Jupiter, tuhan orang Romawi yang terbesar. Maka dia menjawab tuhan-tuhan tersebut buatan manusia dan bahwasanya tuhan yang sesungguhnya adalah Isa Al Masih, Maha Tinggi Allah dari apa yang dikatakan oleh orang-orang yang dzalim tersebut. Bahkan saat ini beredar kartu-kartu perayaan keagamaan ini dengan gambar anak kecil dengan dua sayap terbang mengitari gambar hati sambil mengarahkan anak panah ke arah hati yang sebenarnya merupakan lambang tuhan cinta bagi orang-orang Romawi.

Bolehkah merayakannya?

Saat ini banyak remaja, bahkan seorang muslimah berjilbab pun tak luput dari serangan penyakit ikut-ikutan dan mengekor pada budaya Barat atau nashrani akibat pengaruh TV dan media massa lainnya. Termasuk pula dalam hal ini perayaan Hari Valentine, yang pada dasarnya adalah mengenang kembali pendeta St.Valentine.

Keinginan untuk ikut-ikutan memang ada dalam diri manusia, akan tetapi hal tersebut menjadi tercela dalam Islam apabila orang yang diikuti berbeda dengan kita dari sisi keyakinan dan pemikirannya. Apalagi bila mengikuti dalam perkara akidah, ibadah, syi'ar dan kebiasaan. Padahal Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman yang artinya:

Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mengetahui tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya akan diminta pertangggungjawabannya” (Al Isra' : 36).

Dalam QS. Al-Maidah ayat 5, Allah Subhannahu wa Ta'ala juga telah berfirman, yang artinya:

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.”

Padahal Rasululloh telah melarang untuk mengikuti tata cara peribadatan selain Islam : "Barang siapa meniru suatu kaum, maka ia termasuk dari kaum tersebut." (HR. At-Tirmidzi).

Bila dalam merayakannya bermaksud untuk mengenang kembali Valentine maka tidak disangsikan lagi bahwa ia telah kafir, adapun bila ia tidak bermaksud demikian maka ia telah melakukan suatu kemungkaran yang besar.

Syaikh Al-Utsaimin rahimahullah ketika ditanya tentang Valentine’s Day mengatakan :

“Merayakan hari Valentine itu tidak boleh, karena:

Pertama: ia merupakan hari raya bid‘ah yang tidak ada dasar hukumnya di dalam syari‘at Islam. Kedua: ia dapat menyebabkan hati sibuk dengan perkara-perkara rendahan seperti ini yang sangat bertentangan dengan petunjuk para salaf shalih (pendahulu kita) – semoga Allah meridhai mereka. Maka tidak halal melakukan ritual hari raya, baik dalam bentuk makan-makan, minum-minum, berpakaian, saling tukar hadiah ataupun lainnya. Hendaknya setiap muslim merasa bangga dengan agamanya, tidak menjadi orang yang tidak mempunyai pegangan dan ikut-ikutan. Semoga Allah melindungi kaum muslimin dari segala fitnah (ujian hidup), yang tampak ataupun yang tersembunyi dan semoga meliputi kita semua dengan bimbingan-Nya.”

Maka adalah wajib bagi setiap orang yang mengucapkan dua kalimat syahadat untuk melaksanakan wala’ dan bara’ ( loyalitas kepada muslimin dan berlepas diri dari golongan kafir) yang merupakan dasar akidah yang dipegang oleh para salaf shalih. Yaitu mencintai orang-orang mu’min dan membenci dan menyelisihi (membedakan diri dengan) orang-orang kafir dalam ibadah dan perilaku.

Di antara dampak buruk menyerupai mereka adalah: ikut mempopulerkan ritual-ritual mereka sehingga terhapuslah nilai-nilai Islam. Dampak buruk lainnya, bahwa dengan mengikuti mereka berarti memperbanyak jumlah mereka, mendukung dan mengikuti agama mereka, padahal seorang muslim dalam setiap raka’at shalatnya membaca,

“Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.” (Al-Fatihah:6-7)

Bagaimana bisa ia memohon kepada Allah agar ditunjukkan kepadanya jalan orang-orang yang mukmin dan dijauhkan darinya jalan golongan mereka yang sesat dan dimurkai, namun ia sendiri malah menempuh jalan sesat itu dengan sukarela. Lain dari itu, mengekornya kaum muslimin terhadap gaya hidup mereka akan membuat mereka senang serta dapat melahirkan kecintaan dan keterikatan hati.

Memang tidak bisa dipungkiri bahwa kita ketinggalan jauh dengan bangsa barat, namun bukan berarti harus mengikuti peribadatan mereka yang semakin memperjelas “keterjajahan” kita. Hampir semua produk di semua aspek kehidupan didunia ini dikuasai oleh bangsa barat, tapi dari situ bisa kita ambil pelajaran yang kemudian kita amalkan dalam nuansa keislaman dengan niatan ibadah kepada Allah azza wa jalla. Jika kita menggunakan benda-benda yang bersifat 'aam (umum) ini tidaklah menjadi masalah karena memang bersifat umum, namun tidak demikian halnya dengan benda-benda yang bersifat khas seperti kalung patung Yesus atau patung Budha ataupun simbol NAZI, maka kaum muslimin dilarang untuk memakainya.

Demikian juga, kita tidak boleh mengambil atau melakukan upacara-upacara adat atau budaya-budaya suatu kaum yang itu merupakan manifestasi dari pemahaman kaum tersebut tentang kehidupan yang berbeda dengan Islam, seperti upacara ngaben, natalan, imlek, melarung sajen ke laut untuk tolak bala dan sebagainya. Karena jelas-jelas peradaban yang dihasilkan dari ide dasar yang bertentangan dengan Islam itu pasti akan bertentangan pula dengan peradaban Islam, baik dari segi asasnya, pandangannya terhadap kehidupan maupun dari arti kebahagiaan hidup bagi manusia.

Demikian juga halnya dengan benda-benda yang dipengaruhi oleh peradaban ghoiru (selain) Islam seperti pakaian yang menunjukkan identitas kekafiran dan hanya dipakai oleh orang kafir, maka tidak boleh dipakai oleh seorang muslim, seperti baju pendeta, baju biksu, dan sebagainya. Sebab pakaian semacam itu menyandang pandangan hidup tertentu. Akan tetapi jika tidak demikian, yakni jika pakaian tersebut telah menjadi kebiasaan dalam berbusana dan tidak dianggap khusus sebagai pakaian khusus orang kafir, tapi hanya dipakai untuk sekedar memenuhi kebutuhan atau pemanis busana, maka dalam hal ini pakaian tersebut termasuk dalam jenis bentuk-bentuk benda yang bersifat umum dan boleh dikenakan.

Menggunakan benda-benda yang umum tidak masalah karena sifatnya umum, berbeda sama yang khas, kaum muslimin dilarang untuk memakai atau menggunakannya jika dipengaruhi sama ide/pemahaman tertentu tentang kehidupan selain Islam.

Alhamdulillah, kita mempunyai pengganti yang jauh lebih baik dari itu semua, sehingga kita tidak perlu meniru dan menyerupai mereka. Di antaranya, bahwa dalam pandangan kita, seorang ibu mempunyai kedudukan yang agung, kita bisa mempersembahkan ketulusan dan cinta itu kepadanya dari waktu ke waktu, demikian pula untuk ayah, saudara, suami …dst, tapi hal itu tidak kita lakukan khusus pada saat yang dirayakan oleh orang-orang kafir.

Semoga Allah Subhannahu wa Ta'ala senantiasa menjadikan hidup kita penuh dengan kecintaan dan kasih sayang yang tulus, yang menjadi jembatan untuk masuk ke dalam Surga yang hamparannya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa.

Menyampaikan Kebenaran adalah kewajiban setiap Muslim. Kesempatan kita saat ini untuk berdakwah adalah dengan menyampaikan ini kepada saudara-saudara kita yang belum mengetahuinya. Kebenaran hakiki hanyalah milik Allah semata, kita sebagai manusia hanya berusaha dan berikhtiar secara maksimal untuk menjaga dan menjungjung tinggi nilai-nilai kebenaran tersebut. Insyaallah…

Sebuah ayat untuk kita renungkan dalam QS. Yasin ayat 10 yang artinya:

Dan sama saja bagi mereka, apakah engkau member peringatan kepada mereka atau engkau tidak member peringatan kepada mereka, mereka tidak akan beriman juga”.


Memberi, Bukan Menerima

Kita harus mulai mengubah paradigma berpikir, bahwa kemuliaan sejati bukan berasal dari apa yang orang lain berikan kepada kita, tapi dari apa yang bisa kita berikan kepada orang lain.

Suatu ketika sepasang suami istri yang baru dikarunia seorang anak terlibat percakapan. Sang istri berkata, "Abi, alhamdulillah ya Allah mengabulkan doa kita. Sekarang kita sudah punya rumah sendiri, padahal sebelumnya Ummi sempat bertanya-tanya bisa nggak ya kita punya rumah?". "Ya, kita harus bersyukur. Hidup kita selalu dimudahkan Allah," ujar sang suami mengamini. Kemudian ia melanjutkan, "Tapi ingat bahwa rumah ini bukan milik kita, juga bukan milik anak kita. Semua ini hanyalah titipan Allah".

"Ya, saya ngerti. Tapi apa maksud Abi bahwa rumah ini bukan milik anak kita? Bukankah nanti akan diwariskan pada anak-anak kita?" tanya istri tersebut. Suami itu menjawab, "Abi sangat tidak setuju bila kamu berpikiran seperti itu. Abi ingin rumah ini nanti dimiliki oleh mereka yang membutuhkan, anak-anak yatim atau orang yang tidak punya lainnya". Dengan terkejut si istri menyela, "Lho, kok bisa begitu. Bagaimana dengan anak-anak kita?".

"Begini Ummi, kita harus menanamkan sikap mandiri dan mau berbagi kepada anak kita. Kalau dari sekarang kita sudah memanjakannya atau menjanjikan bahwa kalau sudah dewasa ia tak perlu susah-susah bikin rumah karena akan dapat "warisan", maka ia tidak akan mau bekerja keras apalagi berbagi. Kita harus menanamkan kepada dia bahwa rumah ini adalah milik umat, dia tidak berhak memilikinya. Karena itu, dia harus kaya, harus mampu membangun rumah sendiri, syukur-syukur mampu membangunkan rumah bagi orang lain. Sekali-kali jangan kita tanamkan kebiasaan meminta, tapi tanamkanlah kebiasaan memberi," ungkap si Abi dengan bersemangat.

Ada satu pelajaran penting dari kisah di atas, kita -- terutama yang telah berkeluarga -- harus mulai mengubah paradigma berpikir, bahwa kemuliaan yang sejati bukan berasal dari apa yang orang lain berikan kepada kita, tapi dari apa yang bisa kita berikan kepada orang lain. Paradigma berpikir seperti ini harus mulai kita tanamkan, baik dalam diri sendiri, pasangan hidup, maupun anak-anak. Ya, memberi -- apalagi bila dilandasi keikhlasan -- adalah perilaku yang teramat mulia. Bahkan, Rasulullah SAW memberi julukan "khairunnaas; manusia terbaik" kepada orang yang selalu memberi dan tak pernah menjadi beban bagi orang lain. Beliau bersabda, "Sebaik-baik manusia adalah manusia yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain".

Konsekuensi dari paradigma ini adalah "sebelum kita dapat memberi, kita harus memiliki sesuatu untuk diberikan, dan untuk dapat memiliki sesuatu itu, kita harus mengusahakannya". Jadi ada rangkaian turunan dari paradigma memberi ini. Kita sulit untuk bersedekah (uang) bila kita tidak memiliki uang untuk disedekahkan. Untuk mendapatkan uang kita harus mengusahakannya. Kita pun sulit membagikan ilmu kepada banyak orang, bila kita tidak memiliki ilmu tersebut. Ilmu itu sendiri akan kita dapatkan bila kita mau berikhtiar mencarinya.

Demikianlah, saat kita menginginkan anak-anak kita menjadi manusia terbaik, yang lebih suka memberi daripada menerima, maka kita (orang tua) harus mengisi jiwanya dengan benih-benih kebaikan. Diharapkan benih-benih tersebut akan tumbuh menjadi pohon yang buahnya bisa dinikmati banyak orang. Ketika orang tua menginginkan anaknya mampu beramal dengan ilmunya, maka orang tua harus menanamkan cinta ilmu kepadanya. Ketika orang tua menginginkan mereka menjadi seorang dermawan, maka bentuklah mereka sebagai seorang yang "pandai" mencari uang dan tidak pelit. Ketika orang tua menginginkan mereka menjadi penyebar kebaikan, maka isilah jiwanya dengan akhlak mulia.

Sekali lagi, semua ini tidak akan pernah mengena sebelum orang tua mengisi jiwanya terlebih dulu dengan nilai-nilai tersebut. Dengan kata lain harus ada teladan, baik dalam pola pikir maupun dalam tindakan. Teladan ini teramat penting dalam keluarga, karena orang tua adalah model pertama dan utama bagi anak. Ketika Albert Schweitzer ditanya tentang bagaimana mengembangkan anak, dia menjawab: "Ada tiga prinsip. Pertama teladan. Kedua teladan. Dan ketiga teladan".

Indahnya Sedekah

Ini sebuah kisah nyata yang diceritakan oleh seorang bijak. Suatu malam, seorang laki-laki datang ke rumahnya dan berkata, ''Ada sebuah keluarga dengan delapan anak yang sudah berhari-hari tidak makan.'' Mendengar hal itu bergegaslah orang bijak itu pergi membawa makanan untuk mereka.

Ketika tiba di sana ia melihat wajah anak-anak itu begitu menderita karena kelaparan. Tak ada kesedihan ataupun kepedihan di wajah mereka, hanya derita yang dalam karena menahan lapar.

Orang bijak itu memberikan nasi yang dibawanya pada sang ibu. Ibu itu lantas membagi nasi itu menjadi dua bagian, lalu ke luar membawa setengahnya. Ketika ia kembali, orang bijak itu bertanya, ''Kau pergi kemana?'' Ibu itu menjawab, ''Ke tetangga-tetanggaku. Mereka juga lapar.''

Orang bijak itu tercengang. Ia tidak heran kalau si ibu membagi nasi itu dengan tetangga-tetangganya, sebab ia tahu orang miskin biasanya pemurah. Yang ia herankan adalah karena si ibu tahu bahwa mereka lapar. Biasanya kalau kita sedang menderita, kita begitu terfokus pada diri sendiri, sehingga tak punya waktu untuk memikirkan orang lain.

Si ibu dalam cerita di atas adalah contoh orang yang telah dapat melampaui dirinya sendiri. Ia dapat melepaskan keterikatannya pada kebutuhan fisik dan secara bersamaan memenuhi kebutuhan spiritualnya yaitu untuk berbagi dengan orang lain. Kualitas semacam ini tentu tak dapat diraih dalam waktu singkat. Ini memerlukan proses pergulatan batin yang cukup panjang.

Kehidupan manusia memang senantiasa menjadi tempat pergulatan dua kepentingan utama: fisik dan spiritual. Kepentingan fisik adalah hal-hal yang kita butuhkan untuk bisa hidup di masa sekarang, seperti sandang, pangan dan papan. Ini kebutuhan jangka pendek kita. Sementara, kepentingan spiritual adalah hal-hal yang kita butuhkan untuk hidup di masa sekarang dan masa yang akan datang. Ini adalah kebutuhan jangka pendek sekaligus jangka panjang.

Pemenuhan kedua macam kebutuhan ini akan menghasilkan kualitas hidup yang tinggi. Sayang, banyak orang yang tak menyadari hal ini. Mereka menghabiskan hidup mereka hanya untuk mengumpulkan harta benda. Untuk itu mereka juga tak segan-segan menggunakan cara yang buruk: menciptakan kebijakan yang menguntungkan diri sendiri, menguras uang rakyat, mencuri uang perusahaan, maupun menciptakan konspirasi yang merugikan orang banyak.

Kalau kita renungkan secara mendalam, semua kejahatan yang ada di dunia ini berasal dari satu kata: keserakahan. Dan, akar keserakahan adalah pada cara kita memandang hidup ini. Selama kita melihat diri kita semata-mata makhluk fisik belaka, selama itu pula kita tak dapat membendung keinginan kita untuk mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya. Betapa banyaknya dalam kehidupan sehari-hari kita melihat orang yang berpenghasilan biasa-biasa saja, tetapi memiliki harta yang luar biasa banyaknya.

Ada banyak alasan yang dapat dikemukakan untuk merasionalkan hal itu. Pertama, semua orang yang mendapat kesempatan pasti akan melakukannya. Kedua, penghasilan yang saya dapatkan terlalu kecil dan tidak seimbang dengan pengorbanan yang saya berikan. Ketiga, toh kekayaan yang saya dapatkan tidak saya nikmati sendiri tetapi saya gunakan untuk membantu anak yatim, membiayai orang tua dan saudara yang sedang sakit, membangun sekolah, dan sebagainya. Dengan berbagai alasan tersebut kita mendapatkan ''ketenangan sementara'' karena seolah-olah perbuatan yang kita lakukan telah berubah menjadi legal, rasional atau paling tidak dapat dimaklumi.

Namun, ketenangan semacam ini tidaklah langgeng. Pasti ada sesuatu dalam diri kita yang kembali mengusik kita, membuat kita resah dan gelisah. Perhatikanlah orang-orang yang hidup dengan cara ini. Mereka sangat rentan terhadap perubahan yang sekecil apapun. Mereka sangat jauh dari ketentraman yang sejati. Betapapun banyaknya harta yang mereka kumpulkan tak akan pernah melahirkan perasaan cukup dan puas. Sebuah pepatah mengatakan, ''The world is enough for everybody, but not enough for one greedy.'' Apa yang disediakan oleh dunia ini sebetulnya cukup untuk semua orang, tetapi tidak akan cukup untuk seorang yang rakus.

Sebuah perubahan dramatis akan terjadi begitu kita sadar bahwa kita bukanlah makhluk fisik tetapi makhluk spiritual. Kita menjadi makhluk spiritual untuk selama-lamanya. Sebelum muncul ke dunia, kita adalah makhluk spiritual, ketika hidup sekarang kita juga makhluk spiritual, dan ketika kita meninggal kita tetap menjadi makhluk spiritual. Kita hanya menjadi makhluk fisik di dunia ini saja.

Salah satu cara paling efektif untuk menyadari hal itu adalah dengan berpuasa. Dengan puasa kita akan sadar bahwa kebutuhan (ini berbeda dengan keinginan) kita sebetulnya sangatlah sedikit. Berpuasa juga akan menyadarkan kita bahwa dengan mengurangi kenikmatan fisik kita akan mendapatkan kenikmatan spiritual yang luar biasa. Dengan berpuasa kita keluar melampaui ''diri rendah'' kita menuju Diri kita yang lebih tinggi. Dengan puasa kita lepaskan keterikatan kita pada gravitasi bumi. Kita bergerak melesat mengikuti gravitasi langit.

3.23.2008

Sambutlah

11 Mar 08

Kala surya hangatkan dunia

Pertanda ia bertasbih pada-Nya

Saat jiwa terjebak cinta

Harga mati tuk sebuah realita

Menari diatas cinta

Menari pun diatas derita

Kau..

Kontrasku dalam kalbu rinduku

Harapku dalam kesemuanku

Kau..

Tumbuhlah dalam peluk-Nya

Sualah dalam kasih-Nya

Sambutlah harum-Nya

Biarkan masa kan hapus semua

Rasa yang sarat makna

H I N A T U K D I P U J A

A_eM_Te Bagi Kita
Shirothul Jannah, 21 Maret 2008

Kehidupan ini adalah anugerah yang sangat berharga. Kita diberikan nikmat yang tak terhitung, ingat fungsi dari panca indra kita! Bagaimana sekitainya jika salah satu dari fungsi tersebut oleh Yang memfungsikan panca indra. Oleh karenanya hidup adalah tanggung jawab pada-Nya. Setiap detik dari hidup kita haruslah bernilai/bermakna (ibadah). Begitu banyak penjelasan kepada kita bahwa keindahan hidup atau kebahagiaan hidup - (orang yang tak bahagia dengan kehidupan tidak akan mampu merasakan bahwa hidup itu indah) – bukanlah diukur dari panjang pendeknya usia, kaya miskinnya seseorang, kariting lurusnya rambut, cantik tampannya wajah, melainkan dari bagaimana mengisi kehidupannya. Hendaknya kita bersyukur. Jika kita kecewa dan mengeluh terhadap diri sendiri atau terhadap keadaan ini, datanglah kepada arsitek yang merancang dan menciptakan diri dan keadaan.


Dalam konteks itulah, ada kalanya kita mesti berjuang serta belajar menyikapi rahasia kehidupan. Tak lain dan tak bukan supaya hidup ini berisi/berarti. Dalam kaitan itu pula kita membutuhkan inspirasi-inspirasi yang dapat membangkitkan potensi-potensi positif dalam diri kita. Salah satu rahasia kebahagiaan adalah kita tidak merasa sombong terhadap apa yang telah kita miliki sehingga menutup mata terhadap dunia. Hal yang tidak disukai Allah adalah sombong. Tidak akan masuk surga seseorang yang dalam hatinya masih ternoda setitik kesombongan (al hadits). Kita butuh inspirasi, kita butuh belajar dari apa saja, mengambil hikmah dari apa saja meski dari (maaf) anjing sekalipun. Meski kebenaran tersebut telah kita sengar ribuan kali, anggap kita baru mendengarnya sekali. Boleh jadi kita tahu kebenaran namun hati kita masih kita tutup. Layaknya sebuah gelas jika masih tertutup apakah ada air yang bisa dimasukkan meski telah dituangkan. Hati kita telah kita tutup sendiri dengan hijab kesombongan. Hati hanya bisa disentuh dengan hati. Kebenaran akan mampu tertangkap oleh ahti yang bersih. Jika gelombang sinyal radio yang dipancarkan dari station tidak kita sinergikan dengan radio milik kita apakah bisa terdengar sebuah lagu yang indah? Kita buka lebar-lebar hati kita untuk suatu kebenaran (jika mendengar hadits dibacakan anggap Rasulullah sendiri yang mengatakannya pada kita) agar kita menjadi bahagia.

Beberapa rahasia yang lain yaitu:

1. Rahasia kebahagiaan adalah memusatkan perhatian pada kebaikan dalam diri orang lain.

Sebab, hidup bagaikan lukisan. Untuk melihat keindahan lukisan terbaik sekalipun, lihatlah di bawah sinar yang terang, bukan di tempat yang tertutup dan gelap sama halnya sebuah gudang.

2. Rahasia kebahagiaan adalah tidak menghindari kesulitan. Dengan memanjat bukit, bukan meluncurnya, kaki seseorang tumbuh menjadi kuat.

3. Rahasia kebahagiaan adalah melakukan segala sesuatu bagi orang lain. Air yang tak mengalir tidak berkembang. Namun, air yang mengalir dengan bebas akan selalu segar dan jernih.

4. Rahasia kebahagiaan adalah belajar dari orang lain, dan bukan mencoba mengajari mereka. Semakin kita menunjukkan seberapa banyak kita tahu, semakin orang lain akan mencoba menemukan kekurangan dalam pengetahuan kita. Kita akan tahu siapa dirika dari melihat orang lain, mencari umpan balik dari kawan dan intropeksi diri.

5. Rahasia kebahagiaan adalah kebikan hati: memkitang orang lain sebagai keluarga besar kita. Sebab, setiap ciptaan adalah milik kita. Kita semua adalah ciptaan Tuhan yang satu.

6. Rahasia kebahagiaan adalah tertawa bersama orang lain, sebagai sahabat, bukan menertawakan mereka sebagai hakim.

7. Kebahagian akan datang kepada mereka yang memberikan cintanya secara bebas, yang tidak meminta orang lain mencintai mereka terlebih dahulu. Bermurah hatilah seperti mentari yang memancarkan sinarnya tanpa terlebih dahulu bertanya apakah orang-orang akan patut menerima kehangatannya.

8. Kebahagiaan berarti menerima apapun yang datang, dan selalu mengatakan kepada diri sendiri “aku bebas dalam diriku.”

9. Kebahagaiaan berarti membuat orang lain bahagia. Padang rumput yang penuh bunga membutuhkan pohon-pohon di sekelilingnya, bukan bangunan-bangunan beton yang kaku. Kelilingilah padang hidup kita dengan kebahagiaan.

10. Kebahagiaan berasal dari menerima apa adanya orang lain sebagaimana adanya; nyatanya kita sering menginginkan mereka bukan sebagaimana adanya. Betapa bosan hidup ini jika setiap orang sama. Bukankah taman pun akan tampak janggal bila bila semua bunganya berwarna ungu?

11. Rahasia kebahagiaan adalah menjaga agar hati kita terbuka bagi orang lain, dan bagi pengalaman-pengalaman hidup. Hati laksana bagaikan pintu sebuah rumah. Cahaya matahari hanya akan dapat masuk bilamana pintu rumah itu terbuka lebar.

12. Rahasia kebahagaiaan adalah memahami bahwa persahabatan jauh lebih berharga dari pada barang: lebih berharga daripada mengurusi urusan sendiri; lebih berharga dari pada bersikukuh pada kebenaran dalam perkara-perkara yang tidak prinsipil!

Lalu tentang kesuksesan kesuksesan itu sendiri adalah kebahagaiaan. Setiap manusia pasti ingin sukses dalam segala hal (jadi yang terbaik), karena itu adalah fitrah. Kesuksesan tidak akan datang dengan sendirinya, hidup ini adalah medan perjuangan, begitupun kesuksesan hidup diupayakan dengan keringat dan air mata. Kesuksesan ialah 1% kejeniusan dan 99% kerja keras (Thomas Alfa Edison). Kita ingat bagaimana perjuangan Nabi Muhammad SAW.

Kita akan mampu mengubah dunia jika bisa mengawali dengan merubah diri-sendiri. perubahan yang besar diawali perubahan kecil. Aturan pareto mengatakan 80/20; 20% upaya yang dilakukan dengan maksimal akan mencapai hasil 80%. Tipe manusia dalam berusaha; quiter, camper dan climber . Hukum kesuksesan hamper-hampir sama dengan hukum alam (sunnatullah; konsentrasi/focus, keseimbangan, timbal balik, rintangan dan perubahan). Beberapa hal dalam memaknai kesuksesan:

1. Kesuksesan kita bergantung pada sikap kita pada kehidupan

2. Rahasia sukses adalah keteguhan terhadap tujuan

3. Kesuksesan sering adalah soal bertahan lebih lama, ketika yang lain menyerah

4. Kesuksesan datang bila kesiapan bertemu dengan kesempatan


3 cara cepat sampai tujuan

Kendaraan yang digunakan

Kemampuan mengemudikan

Motivasi diri

Jadilah manusia yang bukan menjadi ancaman manusia, membahagiakan manusia dan bermanfaat bagi manusia (khairukum anfa’uhum linnaas-al hadits) termasuk membahagiakan kedua orang tua kita. Tidak ada manfaatnya dan pasti sudah terlambat jika kita hendak membahagiakan orang tua di saat mereka sudah meninggal, sekalipun makamnya kita lapisi emas dan kita buatkan tugu yang indah. Saat ini adalah saat yang tepat untuk berubah (Ingat pada kejelitaan kupu-kupu).

Hal terbaik adalah jika kita menggunakan setiap waktu ini menguntungkan (surat wal asri). Hidup ini saat ini dan sekarang. Kita cermati satu puisi tentang waktu yang insya allah sumber inspirasi terhadap waktu di bawah ini:

Ambilah waktu untuk berpikir

Itu adalah sumber kekuatan.

Ambilah waktu untuk bermain

Itu adalah rahasia muda yang abadi

Ambilah waktu untuk membaca

Itu adalah sumber kebijaksanaan

Ambilah waktu untuk berdoa

Itu adalah sumber kekuatan di bumi

Ambilah waktu untuk mencintai dan dicintai

Itu adalah hak istimewa yang diberikan Sang Pencipta

Ambilah waktu untuk tertawa

Itu adalah musik yang menggetarkan jiwa

Ambilah waktu untuk memberi

Itu adalah hari yang sangat singkat untuk kepentingan diri-sendiri

Ambilah waktu untuk bekerja

Itu adalah nilai keberhasilan

Ambilah waktu untuk beriman

Itu adalah kunci menuju surga

(kata-kata yang didengar akan masuk dalam ingatan jangka pendek dan jika diulang-ulang akan masuk dalam ingatan jangka panjang, berkatalah yang baik, berpikirlah yang positif, dan berbuatlah dengan benar. Kata-kata yang baik itu layaknya pohon yang rindang yang akarnya menghujam kebumi). Good luck.


3.14.2008

Jalur KA Bojonegoro - Cepu Terendam
Radar Bojonegoro, 13 Maret 2008


Jalur kereta api (KA) yang menghubungkan Bojonegoro-Cepu pagi kemarin (12/3) tergenang air. Meski demikian, sampai berita ini ditulis kemarin sore KA masih bisa melewati jalur itu dengan kecepatn sekitar 5 km/jam.
Jalur yang terendam itu sepanjang kurang lebih 300 meter. Tepatnya, di Desa Ngulanan, Kecamatan Dander. Ketinggian air rata dengan permukaan rel. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, sejak Selasa (11/3) malam lalu jalur tersebut sudah dijaga beberapa petugas dari Staisun KA Bojonegoro.
Haryono, kepala DK 56 B Stasiun KA Bojonegoro kepada Radar Bojonegoro menjelaskan, karena rel tertutup air, maka kereta yang lewat harus berkecepatan 5 km/jam. “Makanya, kami tempatkan petugas untuk memberikan aba-aba agar kereta api yang melintas mengurangi kecepatan,” tuturnya.
Jika ketinggian air terus naik dalam beberapa waktu ke depan, sangat mungkin jalur tersebut tidak bisa dilewati.
“Tapi sekarang (kemarin sore, Red) masih bisa,” katanya.
Sementara itu, permukaan air Bengawan Solo yang mencapai puncaknya kemarin membuat banjir di wilayah Bojonegoro semakin parah. Di Kelurahan Ledok Wetan dan Ledok Kulon, misalnya, ketinggian air mencapai dada orang dewasa.
Karena itu, sejak Selasa malam lalu sudah banyak warga yang berada di dalam tanggul bengawan membuat tenda-tenda darurat untuk pengungsian. Tenda ini didirikan di sepanjang tanggul ataupun tepi jalan seperti yang ada di Kelurahan Jetak di sepanjang Kalan MH Thamrin.
Hal yang sama juga dilakukan sejumlah warga di Kecamatan Dander, Kalitidu, dan Padangan. Sebab sampai kemarin permukaan Bengawan Solo masih tinggi dan belum memungkinkan warga kembali ke rumah.
“Ada sembilan desa di Kecamatan Kota Bojonegoro yang terendam air dengan ketinggian bervariasi,” kata Camat Kota Soebadri.
Menurut dia, lebih dari lima ribu warga kota mengungsi ke tempat yang lebih aman atau mendirikan tenda darurat. Hal yang sama terjadi di beberapa kecamatan di Bojonegoro yang berada di wilayah sepanjang Bengawan Solo.
Sementara itu, meski masih aman, jalan raya Bojonegoro-Cepu di beberapa titik juga sudah terendam air. “Ada yang sempat melimpah,” kata Camat Kalitidu Nurul Azizah saat dihubungi melalui ponselnya.
Hal yang sama diungkapkan Camat Padangan Abdul Kholik. Meurut dia, meski air melimpah di beberapa titik, jalan masih aman untuk dilewati. “Kalau pengungsi masih sama dengan hari sebelumnya dan tersebar di balai desa serta kantor kecamatan,” katanya.
Bengawan Solo Meluap
Bojonegoro Siaga Tiga Banjir
(Radar Bojonegoro, 11 Maret 2008)
Satuan Pelaksana Penanggulangan Banjir dan Pengungsi (Satlak-PBP) menetapkan Bojonegoro siaga III (siaga paling tinggi). Menyusul naiknya meluapnya Bengawan Solo akibat, hujan deras yang mengguyur sejumlah kota di hulu sungai terpanjang di Pulau Jawa itu.
Kita sudah resmi menetapkan siaga III. Air sungai Bengawan Solo terus meningkat tajam, dari Senin pagi hingga siang ini,? ujar Pudjiono, Koordinator Satlak PBP Senin (10/3) siang.
Acuan status siaga tiga ini, merujuk pantauan dari alat ukur aliran sungai di Karang Nongko, Kecamatan Ngraho, Bojonegoro hingga Senin pukul 13.00 telah menunjukkan angka 29,78 phielschal (siaga III) angka. Angka ini meningkat dibanding satu jam sebelumnya yang hanya 29,73 phielschal. Sementara di Kota Bojonegoro juga sudah menunjukkan angka 14, 35 phieschal dari angka satu jam sebelumnya 14,24 phielschal. ?Jika sudah mendekati angka 14,50 statusnya sudah siaga III. Itu artinya siaga banjir,? tegas Pudjiono.
Di beberapa daerah yang dilewati Bengawan Solo, air sudah menggenang di perumahan penduduk sekitar 0,5 meter. Di Cepu, Blora, misalnya, sejumlah perkampungan lebih dari 125 rumah terendam banjir, seperti di kampong Kebun Kelapa, kampung pinggiran berikut di Cepu Kidul, Kelurahan Cepu. Kemudian di Balun Gendeng, Janar, dan Nganjuk, air juga sudah menggenangi air dengan ketinggian sekitar 0,5 meter. Warga Cepu dan sekitarnya kini sudah mulai mengungsi. Mereka takut, banjir seperti awal tahun 2008, dimana peningkatan airnya meningkat tajam.
Di beberapa desa di Kecamatan Padangan, Kecamatan Kalitidu, dan Kecamatan Trucuk, warga juga sudah siap-siap untuk mengungsi. Warga Desa Padangan, seperti di Kalangan, Kuncen dan Dengok, juga sudah was-was. Mereka pada Senin siang, sudah siap-siap mengepak barangnya untuk diungsikan. Tercatat di Padangan ada sekitar 80 rumah yang kini sudah terendam banjir. ?Arus air Bengawan Solo, deras. Persis seperti banjir Akhir tahun lalu,? tegas Juwariah, warga Kalangan, Padangan.
Rasa was-was banjir Bengawan Solo juga mendera warga Ledok Kulon, Kota Bojonegoro. Daerah ini menjadi langganan banjir, mengingat posisi kampungnya sebagian besar di dalam tanggul. Air sudah mengenangi rumah penduduk sekitar 0,3 meter. Tetapi, air terus naik dan diperkirakan pada Senin, malam akan meningkat mengingat posisi air turun dari hulu ke hilir.
Pihak Satlak PBP Bojonegoro sudah mempersiapkan sedikitnya 27 perahu karet, tiga dapur umum berikut obat-obatan dan tenda darurat. Menurut Pudjiono, persiapan ini dilakukan setelah melihat alat ukur ketinggian air Bengawan Solo meningkat tajam.
Sementara itu, Pihak Perum Jasa Tirta 1 Malang yang menangani wilayah Daerah Aliran Sungai Bengawan Solo, akan memasang alat alat peringatan dini banjir. Daerah yang akan dipasang alat peringatan, di antaranya di daerah aliran Bengawan Solo di Karang Nongko, Ngraho?yang berjarak sekitar 45 kilometer arah barat daya Kota Bojonegoro.
Meluapnya banjir susulan Bengawan Solo, juga membuat pihak Balai Pengelolaan Sumber Daya Air eks-Karesidenan Bojonegoro, untuk terus memantau tanggul yang ada di Desa Tegalsari, Kecamatan Widang, Tuban. Pasalnya, akibat banjir Bengawan Solo, akhir Dsember 2007, tanggul sepanjang 215 meter, hingga kini belum dibenahi. Untuk penanggulangan sementara, hanya ditutup dengan pasir dari kantong plastik. Luberan banjir akibat tanggul jebol juga mengancam sedikitnya 12 desa di kecamatan itu. (Sumber : Tempo Interaktif)

3.03.2008

Tips Meredam Marah

Marah dan emosi adalah tabiat manusia. Kita tidak dilarang marah, namun diperintahkan untuk mengendalikannya agar tidak sampai menimbulkan efek negatif. Dalam riwayat Abu Said al-Khudri Rasulullah saw bersabda Sebaik-baik orang adalah yang tidak mudah marah dan cepat meridlai, sedangkan seburuk-buruk orang adalah yang cepat marah dan lambat meridlai (H.R. Ahmad). DAlam riwayat Abu Hurairah dikatakan Orang yang kuat tidaklah yang kuat dalam bergulat, namun mereka yang bisa mengendalikan dirinya ketika marah (H.R. Malik).


Menahan marah bukan pekerjaan gampang, sangat sulit untuk melakukannya. Ketika ada orang bikin gara-gara yang memancing emosi kita, barangkali darah kita langsung naik ke ubun-ubun, tangan sudah gemetar mau memukul, sumpah serapah sudah berada di ujung lidah tinggal menumpahkan saja, tapi jika saat itu kita mampu menahannya, maka bersyukurlah, karena kita termasuk orang yang kuat. Cara-cara meredam atau mengendalikan kemarahan:

1. Membaca Ta'awwudz. Rasulullah bersabda Ada kalimat kalau diucapkan niscaya akan hilang kemarahan seseorang, yaitu A'uudzu billah mina-syaithaani-r-rajiim Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk (H.R. Bukhari Muslim).

2. Berwudlu. Rasulullah bersabda Kemarahan itu itu dari syetan, sedangkan syetan tercipta dari api, api hanya bisa padam dengan air, maka kalau kalian marah berwudlulah (H.R. Abud Dawud).

3. Duduk. Dalam sebuah hadist dikatakanKalau kalian marah maka duduklah, kalau tidak hilang juga maka bertiduranlah (H.R. Abu Dawud).

4. Diam. Dalam sebuah hadist dikatakan Ajarilah (orang lain), mudahkanlah, jangan mempersulit masalah, kalau kalian marah maka diamlah (H.R. Ahmad).

5. Bersujud, artinya shalat sunnah mininal dua rakaat. Dalam sebuahhadist dikatakan Ketahuilah, sesungguhnya marah itu bara api dalam hati manusia. Tidaklah engkau melihat merahnya kedua matanya dan tegangnya urat darah di lehernya? Maka barangsiapa yang mendapatkan hal itu, maka hendaklah ia menempelkan pipinya dengan tanah (sujud). (H.R. Tirmidzi)

2.21.2008

Tanaman Padi Roboh, Panen Dini
Jawa Pos, Kamis, 21 Feb 2008

BOJONEGORO - Cuaca buruk selama seminggu terakhir terutama angin kencang, membuat sejumlah tanaman padi yang belum waktunya panen terpaksa dipanen dini. Hal tersebut dikarenakan padi yang rata-rata masih kurang dua minggu panen tersebut roboh diterjang angin. Menurut Suroto,45, salah petani warga Desa Jatiblimbing, Kecamatan Dander, dari 2 hektare (ha) sawah miliknya , hampir separuh tanaman padi telah dipanennya dua hari yang lalu. "Dan ini terpaksa harus dilakukan untuk meminimalkan kerugian, karena padi telah roboh," katanya. Selain di desa wilayah Kecamatan Dander, beberapa petani yang terpaksa panen dini juga menimpa dua kecamatan di wilayah selatan yaitu Kecamatan Temayang dan Kecamatan Sukosewu. Suroto menjelaskan, di Kecamatan Dander hampir 60 persen atau sekitar 200 ha areal persawahan tanaman padi terpaksa secara serentak di panen dini. Dengan kenyataan tersebut kata dia kualitas gabah yang dihasilkan jelek walaupun tanaman tersebut telah menguning. Sementara itu Joko Kiki, 37, petani Desa Growok, Dander juga mengatakan hal yang tak jauh beda. Menurut dia, setelah dilakukan panen dini pada Jumat lalu, dirinya belum selep gabah sehingga belum mengetahui jumlah gabah hasil panen. " Cuaca yang jarang panas juga berpengaruh pada lamanya gabah yang dijemur," katanya. Namun Joko memastikan kualitas gabah hasil panen dini akan dibawah standart dan juga mempengaruhi kualitas beras yang dihasilkan. (ags)

12.09.2007



kemesraan saat di klaten
wuih ayik banget yaa,, rame rame makan degan.. oiii manjat ndiri lagi. lagian sich dibolehin ma yang Baurekso heee.... disana tuch yaa banyak banget buah-buahannya lengkap lagi. ada DEgan, Belimbing, Pelem eh mangga ding, trus nangka juga ada wah pokoknya Mak Nyus dachh... abis tu makan rame-rame, pokoke ajiiib tenaaan!!!!!

11.20.2007

Ni aku ma Dimas pas di Masjid.. lucu yaaa???

11.06.2007

MUI Tetapkan Kriteria Aliran Sesat
by Albar
Sebelum dinyatakan sesat, MUI mengkaji dulu secara mendalam.


JAKARTA -- Majelis Ulama Indonesia (MUI) menetapkan sepuluh kriteria suatu aliran dapat digolongkan tersesat. Namun, tidak semua orang dapat memberikan penilaian suatu aliran dinyatakan keluar dari nilai-nilai dasar Islam.

''Suatu paham atau aliran keagamaan dapat dinyatakan sesat bila memenuhi salah satu dari sepuluh kriteria,'' kata Ketua Panitia Pengarah Rakernas MUI Tahun 2007, Yunahar Ilyas, di Jakarta, Selasa (6/11).

Sekretaris MUI, Ichwan Sam, menambahkan, kriteria tersebut tidak dapat digunakan sembarang orang dalam menentukan suatu aliran itu sesat dan menyesatkan atau tidak. ''Ada mekanisme dan prosedur yang harus dilalui dan dikaji terlebih dahulu. Harus diingat tidak semudah itu mengeluarkan fatwa,'' tegasnya.

Pedoman MUI itu menyebutkan, sebelum suatu aliran atau kelompok dinyatakan sesat, terlebih dulu dilakukan penelitian. Data, informasi, bukti, dan saksi tentang paham, pemikiran, dan aktivitas kelompok atau aliran tersebut diteliti oleh Komisi Pengkajian.

Selanjutnya, Komisi Pengkajian memanggil pimpinan aliran atau kelompok dan saksi ahli atas berbagai data, informasi, dan bukti yang didapat. Hasilnya kemudian disampaikan kepada Dewan Pimpinan.

Bila dipandang perlu, Dewan Pimpinan dapat menugaskan Komisi Fatwa untuk membahas dan mengeluarkan fatwa. ''Di batang tubuh fatwa mengenai aliran sesat, juga ada poin yang menyatakan akan menyerahkan segala sesuatunya kepada aparat hukum dan menyeru masyarakat jangan bertindak sendiri-sendiri,'' jelas Ichwan.

Wapres, Jusuf Kalla, meminta seluruh komponen masyarakat, terutama para ulama dan tokoh agama, tidak lari menyikapi maraknya aliran sesat. ''Untuk menyikapi aliran sesat ini, kita tidak bisa menggunakan langkah-langkah kekerasan, seperti lempar-lemparan, bakar-bakaran, dan sebagainya. Polisi dan jaksa boleh mengambil tindakan formal, tetapi secara hati nurani tidak selesai. Kita harus introspeksi,'' kata Kalla di hadapan peserta Rakernas MUI, kemarin.

Pemerintah, sambung Menag, Maftuh Basyuni, terus berupaya meyakinkan para penganut aliran sesat agar dapat kembali ke jalan yang benar. Upaya kekerasan atau anarkis dalam menyikapi aliran sesat, menurut Maftuh, tak akan menyelesaikan masalah.

''Malah akan menambah genting suasana. Toh sekarang sudah banyak tokoh aliran sesat yang ditangkap dan menyerahkan diri, tergantung aparat untuk menindaklanjutinya.''

Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), Adian Husaini, menyebut keluarnya putusan MUI sebagai sesuatu yang ditunggu-tunggu umat Islam. ''Dengan demikian, jelas apa saja kriteria aliran sesat itu,'' kata Adian. Sepuluh kriteria yang ditetapkan MUI itu merupakan ajaran Islam yang mendasar. ''Ini penekanannya lebih untuk umat sendiri.''

Sepuluh Kriteria Aliran Sesat
- Mengingkari rukun iman dan rukun Islam
- meyakini dan atau mengikuti akidah yang tidak sesuai dalil syar`i (Alquran dan as-sunah),
- Meyakini turunnya wahyu setelah Alquran
- Mengingkari otentisitas dan atau kebenaran isi Alquran
- Melakukan penafsiran Alquran yang tidak berdasarkan kaidah tafsir
- Mengingkari kedudukan hadis Nabi sebagai sumber ajaran Islam
- Melecehkan dan atau merendahkan para nabi dan rasul
- Mengingkari Nabi Muhammad SAW sebagai nabi dan rasul terakhir
- Mengubah pokok-pokok ibadah yang telah ditetapkan syariah
- Mengkafirkan sesama Muslim tanpa dalil syar'i
Sumber: MUI